PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM
PEMBELAJARAN IPA DENGAN MEMANFAATKAN LABORATORIUM MAYA PADA MATERI AJAR NUTRISI
PADA MAKANAN.
Oleh Rendi Mamonto, S.Pd.
Permendikbud
No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan tentang
perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan
saintifik/ilmiah. Pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi
langkah-langkah saintis dalam
membangun pengetahuan Peserta Didik melalui
metode ilmiah.
Kegiatan
pembelajaran saintifik dilakukan melalui proses mengamati, menanya, mencoba,
mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Lima pengalaman belajar ini
diimplementasikan ke dalam model atau strategi pembelajaran, metode, teknik,
maupun taktik yang digunakan. Melalui pendekatan saintifik/ilmiah, selain dapat
menjadikan Peserta Didik lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan
keterampilannya, juga dapat mendorong Peserta Didik untuk melakukan
penyelidikan guna menemukan kebenaran konsep dari suatu fenomena atau kejadian.
Salah satu model pembelajaran yang bersesuaian dengan
pendekatan saintifik adalah Model Discovery Learning. Menurut
Hamalik (𝑇𝑎𝑘𝑑𝑖𝑟,
2012: 29) [7] Model Discovery Learning
adalah proses pembelajaran yang berfokus pada mental intelektual
pada anak didik dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi, sehingga
menemukan suatu konsep yang dapat diterpakan di lapangan. Ketika pembelajaran,
peserta didik didorong untuk aktif dengan cara menemukan dan menyelidiki
sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan dan tidak
mudah untuk dilupakan. Karena merekalah yang menemukan dan menganalisis cara
itu sendiri.
Dalam penerapan model Discovery Learning pada materi
nutrisi makanan sub materi uji bahan makanan tentunya membutuhkan vidio sebagai
stimulus bagi peserta didik serta alat dan bahan yang akan digunakan dalam
pengumpulan data. Kondisi ini yang perlu disiasati oleh Guru jika keadaan
sekolah belum menunjang terwujudnya pembelajaran sesuai yang diharapkan.
Dalam penerapan model Discovery Learning khusus mata
pelajaran IPA di SMP Satap Bukaka masi mengalami beberapa kendala sebab sekolah
ini merupakan sekolah yang berada di desa kategori tertinggal, tidak memiliki
akses internet dan fasilitas laboratorium yang masi kurang memadai. Fasilitas
initernet dibutuhkan untuk mencari vidio sebagai stimulus pada tahapan awal
pembelajaran, begitu pula pada tahapan pengumpulan data melalui praktikum pada
materi uji kandungan bahan makanan, tidak tersedia bahan seperti larutan NaOH
dan CuSO4.
Pemanfaatan laboratorium maya offline diharapkan menjadi
jawaban atas permasalahan yang ada di SMP Satap Bukaka. Sebab Laboratorium
maya merupakan software komputer yang
memiliki kemampuan untuk melakukan modeling peralatan komputer secara matematis
yang disajikan melalui sebuah simulasi. Laboratorium maya merupakan bentuk
tiruan dari sebuah laboratorium nyata yang bisa digunakan Guru dan Siswa dalam
proses pembelajaran guna memahami dan mendalami sebuah konsep tertentu.
Laboratorium maya diperlukan untuk memperkuat pemahaman konsep dalam proses
pembelajaran (Rosidah,
2020).
Laboratorium maya dapat dimanfaatkan secara offline dengangan cara
didownload terlebih dahulu oleh Guru dan dimanfaatan saat pembelajaran. Peserta
Didik bebas merubah variabel praktikum sesuai dengan keadaan yang diinginkan, misalnya
praktikum uji protein pada bahan makanan dapat diubah variabel bahan makanan
yang akan diuji seperti telur, susu sapi, ikan, daging sapi, tepung beras,
kacang tanah, gandung, jagung dan kedelai, begitu pula larutan uji dapat diubah
menggunakan senyawa NaOH atau CuSO4,
Pesesta Didik dapat pula memilih berapa tabung yang akan digunakan dalam uji,
serta kegiatan lain seperti meneteskan larutan atau mengaduk larutan dengan bahan
uji yang berada dalam tabung sehingga pengalaman yang diperoleh peserta didik
sama dengan keadaan nyata.
Rencana kegiatan pembelajaran model discovery learning
dengan memanfaatkan laboratorium maya offline:
|
TAHAP PEMBELAJARAN |
KEGIATAN
PEMBELAJARAN |
|
Kegiatan Pendahuluan |
|
|
Pendahuluan (persiapan/orientasi) |
Ø Guru mengarahkan peserta didik
memberi salam dan berdoa Ø Menanyakan
kabar dan mengecek kehadiran peserta didik Ø Menyampaikan
materi dan tujuan pembelajaran Ø Menyampaikan
teknik penilaian yang akan dilakukan dalam pembelajaran |
|
Motivasi |
Ø
Memotivasi
peserta didik sehingga peserta didik senang dan lebih giat dalam mengikuti
pembelajaran. |
|
Apersepsi
|
Ø
Memotivasi
peserta didik sehingga peserta didik senang dan lebih giat dalam mengikuti
pembelajaran Ø
Mengaitkan
sebelumnya dengan materi yang akan dibahas |
|
Kegiatan
Inti |
|
|
Pemberian rangsangan (Stimulation); |
Saintifik : Mengamati Ø Peserta
didik diminta mengamati tayangan vidio
makanan dan nutrisi yang ditampilkan pada LCD projektor |
|
Identifikasi masalah (Problem
Statement |
Saintifik : Menanya Ø Guru
memberikan kesempatan kepada peserta didik merumuskan pertanyaan dan bertanya terkait hasil pengamatan. Ø Guru
memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak
mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan kandungan
nutrisi dalam makanan. |
|
Pengumpulan data(Data Collection ) |
Saintifik : Menguji/Mencoba Ø Guru
membantu peserta didik membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang. Ø Guru membagikan bahan ajar
dan LKPD kepada setiap kelompok. Ø Guru membimbing peserta
didik melakukan uji senyawa dalam makanan sesuai prosedur menggunakan Laboratorium
Maya Offline |
|
Pengolahan data (data processing) |
Saintifik : Menalar Ø Guru meminta peserta didik mengolah dan menganalisis data hasil uji kandungan
makanan dan mengisi tabel pengamata dalam LKPD sesuai petunjuk yang diberikan Ø
Guru meminta peserta didik berdiskusi untuk menjawab
pertanyaan yang ada dalam LKPD |
|
Pembuktian (verification) |
Ø Guru meminta peserta didik membandingkan
hasil pengamatan dan jawaban pertanyaan diskusi dengan materi bahan ajar yang
telah dibagikan |
|
Menarik kesimpulan
(generalization) |
Saintifik :
Mengkonunikasikan Ø Guru meminta
peserta didik untuk menyimpulkan hasil pengamatan yang telah diperoleh Ø Meru mempersilahkan salah satu
kelompok untuk mempersentasikan hasil percobaan dan diskusi kelompoknya Ø Guru memberi kesempatan kepada
kelompok lain untuk menanggapi dan menanyakan hal-hal yang belum jelas |
|
A. Kegiatan Penutup |
|
|
|
1.
Guru
mereview hasil pembelajaran
berkaitan dengan materi yang diajarkan. Pada
kesempatan ini dapat dilakukan kegiatan tanya jawab 2.
Guru memberikan refleksi dan evaluasi kepada peserta didik sebanyak 5
butir soal 3.
Guru menyampaikan materi yamg akan dipelajari pada pertemun
berikutnya. 4.
Guru menutup
pelajaran dengan mengucapkan terima kasih dan salam. 5.
Guru
meminta peserta didik memimpin doa penutup dan memberi salam. |
Pemanfaatan Laboratorium Maya Dalam PembelajaranVideo Vlog Pemanfaatan Laboratorium Maya
Saat melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan laboratorium maya, terlihat minat belajar siswa meningkat dibandingkan dengan pembelajaran tanpa memanfaatkan TIK khususnya laboratorium maya. Siswa sangat antusias melakukan percobaan secara bergantian dan diharapkan dengan pemanfaatan laboratorium maya kompetensi siswa dapat meningkat.
SUMBER
Rosidah
Ati. 2020.
Pemanfaatan Fitur Laboratorium Maya Pada
Portal Rumah Belajar Untuk Pembelajaran Jarak Jauh. LPMP DKI Jakarta. https://lpmpdki.kemdikbud.go.id/pemanfaatan-fitur-laboratorium-maya-pada-portal-rumah-belajar-untuk-pembelajaran-jarak-jauh/
Subiantoro
W. Agung. 2017. Pentingnya Praktikum Dalam Pembelajaran IPA. Universitas
Negeri Jogjakarta
Rosana
Dadan. 2016. Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran IPA Terpadu.
Yogyakarta
Takdir Ilahi. 2012. Langkah-langkah pokok yang harus dilalui terlebih dahulu untuk
mempermudah penerapan discovery strategy. Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar